BAB 6 Analisis Rancangan Kerja Proyek
Pengertian proyek,proyek adalah setiap usaha jam direncanakan, sebelumnya
yang memerlukan sejumlah biaya serta penggunaan masukan yang ditunjukan untuk
mencapai tujuan tertentu dan dalam waktu tertentu.
Proyek merupakan rangkaian
aktivitas yang dapat direncanakan, yang didalamnya menggunakan sumber-sumber
(input) misalnya uang dan tenaga kerja untuk mendapatkan manfaat atau hasil
dimana yang akan datang.
A.Model lengkap dan cocok
Pembelajaran berbasis
proyek atau tugas adalah metode belajar yang menggunakan masalah sebagai
langkah awal dalam pengumpulan dan mengintegrasikan pengetahuan baru
berdasarkan pengalamannya dalam beraktivitas secara nyata.
Pembelajaran berbasis
proyek/tugas (project-based/task learning) membutuhkan suatu pendekatan
pengajaran komprehensif di mana lingkungan belajar siswa didesain agar siswa
dapat melakukan penyelidikan terhadap masalah-masalah autentik termasuk
pendalaman materi dari suatu topik mata pelajaran, dan melaksanakan tugas
bermakna lainnya. Pendekatan ini memperkenankan siswa untuk bekerja secara
mandiri dalam mengkostruksikannya dalam produk nyata. (Diah, 2012)
Bila dalam operasi sistem
yang sudah dikembangkan terdapat masalah yang tidak dapat diatasi dalam tahap
pemeliharaan sistem, maka sistem tersebut memerlukan pengembangan. Untuk
mengembangankan suatu sistem terdapat 6 langkah yang perlu dilaksanakan,
berikut langkah-langkah pengembangkan system.(Murti, 2012).
B.Ketepatan asumsi
Pengendalian menurut R. J. Mockler sebagaimana dikutip Soeharto (1999: 228) adalah usaha yang sistematis untuk menentukan standar yang sesuai dengan sasaran perencanaan, merancang sistem informasi, membandingkan pelaksanaan dengan standar menganalisa kemungkinan adanya penyimpangan antara pelaksanaan dan standar, kemudian mengambil tindakan pembetulan yang diperlukan agar sumber daya digunakan efektif dan efisien dalam rangka mencapai sasaran.
Proses pengendalian berjalan sepanjang daur hidup proyek guna mewujudkan performa yang baik di dalam setiap tahap. Perencanaan dibuat sebagai bahan acuan bagi pelaksanaan pekerjaan. Bahan acuan tersebut selanjutnya akan menjadi standar pelaksanaan pada proyek yang bersangkutan, meliputi spesifikasi teknik, jadwal, dan anggaran. Maka untuk dapat melakukan pengendalian perlu adanya perencanaan. Menurut Santoso (1997); (Muhammad, 2012).
Pengendalian menurut R. J. Mockler sebagaimana dikutip Soeharto (1999: 228) adalah usaha yang sistematis untuk menentukan standar yang sesuai dengan sasaran perencanaan, merancang sistem informasi, membandingkan pelaksanaan dengan standar menganalisa kemungkinan adanya penyimpangan antara pelaksanaan dan standar, kemudian mengambil tindakan pembetulan yang diperlukan agar sumber daya digunakan efektif dan efisien dalam rangka mencapai sasaran.
Proses pengendalian berjalan sepanjang daur hidup proyek guna mewujudkan performa yang baik di dalam setiap tahap. Perencanaan dibuat sebagai bahan acuan bagi pelaksanaan pekerjaan. Bahan acuan tersebut selanjutnya akan menjadi standar pelaksanaan pada proyek yang bersangkutan, meliputi spesifikasi teknik, jadwal, dan anggaran. Maka untuk dapat melakukan pengendalian perlu adanya perencanaan. Menurut Santoso (1997); (Muhammad, 2012).
C. Sikap Pelaksanaan
Kerja Proyek
Seorang wirausaha harus berbuat dan
bekerja prestatif. Prestatif artinya seorang wirausaha selalu berambisi ingin
maju (Ambition Drive). Ciri khusus perilaku kerja prestatif adalah ingin selalu
maju di segala bidang.
Wirausaha yang kerjanya secara prestatif, memiliki
kegemaran dan kegilaan pada pekerjaan usahanya atau bisnisnya. Di sini seorang
wirausaha memiliki komitmen tinggi terhadap pekerjaannya atau tugasnya dan
setiap saat pikirannya tidak lepas dari usahanya atau
bisnisnya. (Griselda, 2013).
Komentar
Posting Komentar